Cegah Skoliosis Bertambah Parah

26Nov '19

Cegah Skoliosis Bertambah Parah

Mencegah Skoliosis Agar Tidak Bertambah Parah

CATRIONA Gray, 24, dinobatkan menjadi Miss Universe 2018 belum lama ini. Di balik paras ayu dan postur tubuhnya yang tampak ideal, perempuan berdarah Australia-Filipina itu diketahui memiliki kelainan tulang belakang yang disebut skoliosis.

Dalam sebuah wawancara, sang mentor, Nicole Cordoves, menuturkan Gray sempat menangis kesakitan ketika harus belajar mempraktikkan gaya berjalan khas Miss Universe, lava walk. Lava walk mencakup gaya berjalan anggun sekaligus seksi yang diikuti dengan putaran slo-mo twirl. Rupanya, skoliosis yang dideritanya membuat Gray merasa nyeri saat melakukan putaran tersebut.

Skolisis merupakan kelainan yang membuat tulang punggung bengkok tak normal hingga menyerupai bentuk huruf S. Dokter konsultan tulang belakang dari Rumah Sakit Premier Bintaro, dr Phedy SpOT K-Spine, menjelaskan skoliosis dapat terjadi dengan derajat kebengkokan ringan hingga berat.

Ada beberapa tipe skoliosis, di antaranya skoliosis bawaan lahir (kongenital), skoliosis neuromuskular karena gangguan persarafan seperti pada penyakit lumpuh otak, dan skoliosis idiopatik yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti.
“Kasus yang paling banyak ditemukan, sekitar 90% ialah skoliosis idiopatik yang penyebabnya tidak diketahui,” terang Phedy.

Skoliosis, lanjutnya, lebih banyak terjadi pada perempuan, paling sering ditemukan saat usia remaja, yakni 10 hingga 13 tahun. Hal itu disebabkan di rentang usia itu terjadi fase percepatan pertumbuhan sehingga keberadaan skoliosis bisa tampak lebih jelas.

Gejalanya, tulang punggung membengkok. Seiring dengan bertambahnya usia, kebengkokan itu bisa setop atau sebaliknya bisa semakin parah. Karena itu, terapi skoliosis dilakukan dengan prinsip tiga ‘O’, yakni observasi, ortosis, dan operasi.

“Jika seseorang didiagnosis skoliosis sebelum 18 tahun dengan sudut kelengkungan tulang belakang di bawah 30 derajat, dokter akan observasi, mengamati, apakah bertambah bengkok atau tidak.”

Lalu pasien diberi latihan atau senam untuk menjaga fleksibilitas tulang punggung dan melatih otot punggung sebab penderita skoliosis lebih sering mengalami sakit punggung. Selain itu, dilakukan juga intervensi ortosis dengan menggunakan korset khusus.

Sumber : Media Indonesia

ADD YOUR COMMENT