Hati-Hati, Perempuan lebih Rentan Skoliosis

26Nov '19

Hati-Hati, Perempuan lebih Rentan Skoliosis

Skoliosis atau pelengkungan tulang belakang
perlu mendapat perhatian lebih, khususnya untuk perempuan. Menurut Labana
Simanihuruk, ahli fisiologi dan anatomi, saat ditemui di Cikini, Selasa
(17/07/2018); jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, skoliosis lebih banyak terjadi
pada perempuan. Belum dapat dipastikan mengapa perempuan lebih rentan
skoliosis, tetapi diasumsikan bahwa perempuan mempunyai otot lebih sedikit dari
laki-laki sehingga ketika tulang belakang membentuk kurva, akan lebih gampang
terkena skoliosis. Salah satu gejala fisik skoliosis yang dialami perempuan
adalah adanya pembesaran satu sisi pada payudara.

“Kalau perempuan skoliosis, apalagi pada bagian
thoracic, rata-rata payudaranya akan besar sebelah karena rotasinya. Tapi bukan
karena ukurannya yang membesar, hanya karena posisinya,” jawab Labana.
Skoliosis dapat membahayakan perempuan, khususnya mereka yang berada pada masa
kehamilan. “Kalau perempuan yang mempunyai skoliosis punya kendala sakit
punggung, sakit punggungnya menjadi sangat parah waktu hamil dan kemungkinan
sulit mendapatkan anak karena skoliosis itu ada efek jaringan saraf ke
reproduksi,” jelas Labana. Kabar baiknya, menurut Labana, dalam masa
rehabilitasinya, tulang belakang milik perempuan lebih mudah dibentuk menjadi
kembali normal ketimbang milik pria. Artinya, dengan mengikuti prosedur yang
sesuai, skoliosis pada perempuan akan lebih bisa disembuhkan ketimbang pada
pria. Namun demikian, terapi pada perempuan yang menderita skoliosis, tidak
dapat dilakukan ketika masa kehamilan sehingga kondisinya harus sudah diperiksa
pada masa muda.

Sumber : Kompas.com

ADD YOUR COMMENT