Operasi Skoliosis : Prosedur, Resiko & Perawatan

1574006895 maxresdefault - Operasi Skoliosis : Prosedur, Resiko & Perawatan
26Nov '19

Operasi Skoliosis : Prosedur, Resiko & Perawatan

1574006895 maxresdefault 1024x576 - Operasi Skoliosis : Prosedur, Resiko & Perawatan

Skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang dimana tulang belakang berbentuk tidak sempurna melainkan melengkung berbentuk C atau huruf S. Kondisi seperti ini umumnya dialami oleh usia remaja. penyebab terjadinya kelainan tulang ini beragam antara lain karena cedera tulang belakang, bantalan tulang belakang aus bawaan lahir, gangguan saraf dan bisa jadi karena kebiasaan buruk sehari hari. Kebiasaan buruk yang dimaksud adalah posisi duduk yang salah sehingga dapat memicu tulang belakang melengkung, kondisi ini bisa terjadi karena beban berat badan akan tertumpu pada satu titik lengkungan tersebut jika posisi duduk seperti ini dilakukan setiap hari kondisi tulang belakang bisa jadi semakin melengkung.

Kebiasaan lain yang dapat memicu kelainan ini antara lain duduk bersimpuh karena akan membuat tulang panggul berputar, menduduki dompet biasanya dilakukan oleh kaum adam, membawa beban berat, menulis atau belajar dengan posisi tengkurap. Untuk dapat menjadi skoliosis tentunya kebiasaan ini sudah dilakukan berulang ulang atau bahkan setiap hari, untuk itu bagi para remaja atau siapun dengan kebiasaan tersebut sebaiknya merubah cara duduk dengan posisi yang tepat punggung lurus tatapan sejajar kepala tidak menunduk.

Persiapan Operasi Tulang Belakang Skoliosis

Pada kasus yang lebih serius penderita skoliosis bisa saja mengalami gangguan pada paru paru, pernapasan, jantung atau berkurangnya kekuatan pada tungkai. Oleh karena itu perlu deteksi dini untuk kelainan skoliosis ini. Gejala yang bisa diwaspadai pada skoliosis antara lain tubuh condong pada satu sisi, bahu tidak sama tinggi, salah satu pinggul lebih tinggi, dan tulang belikat yang menonjol. Jika salah satu gejala ini dirasakan atau mungkin merasa ada lengkungan pada tulang belakang disarankan untuk segera konsultasi ke dokter dengan tujuan mendeteksi dini kemungkinan skoliosis dan mendapatkan penanganan segera. Penanganan dari dokter sendiri bisa beragam tergantung dengan kondisi parah atau tidaknya lengkungan tersebut. Untuk kondisi yang belum parah dokter akan menyarankan untuk terapi skoliosis dengan memberikan penyangga tulang belakang pada bawah lengan atau bagian bawah pinggul dan punggung. Tujuan terapi ini untuk mencegah lengkungan bertambah parah dan bisa memperbaiki struktur tulang belakang dalam kurun

waktu tertentu. Namun untuk kondisi yang lebih parah dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi tulang belakang salah satunya operasi tulang rusuk patah.

Prosedur Operasi Tulang Belakang Skoliosis

Mengenai prosedur operasi skoliosis ini ada beberapa jenis teknik operasi yang nantinya dilakukan oleh dokter tentunya dengan pertimbangan seberapa parah kondisi pasien.

  1. Langkah awal operasi ini adalah melakukan test  kesehatan dan foto rontgen tulang belakang terlebih dahulu guna memastikan kondisi pasien serta mempelajari struktur tulang dan saraf yang saat ini serta menentukan teknik operasi mana yang nantinya akan digunakan.
  2. Teknik jenis operasi bedah saraf operasi yang bisa dilakukan yaitu dengan penggabungan tulang yaitu dengan menggabungkan dua tulang menjadi satu, laminektomi yaitu pengangkatan ruas tulang belakang yang melengkung atau dengan disektomi yang dilakukan dengan cara mengangkat bantalan tulang belakang.
  3. Setelah itu dokter akan memberikan anestesi total pada pasien.
  4. Kemudian dokter akan memberikan sayatan pada bagian punggung tergantung dengan tempat mekengkungnya tulang punggung pasien.
  5. Lalu akan dilanjutkan dengan penggabungan atau penganggakatan tulang dan bantalan tulang guna memperbaiki struktur tulang belakang.
  6. Setelah itu diakhiri dengan proses menjahit sayatan serta memberikan penyangga untuk jangka waktu tertentu agar dapat mempertahankan posisi yang baru.

Resiko Operasi Tulang Belakang Skoliosis

Operasi skoliosis pada tulang belakang juga akan memiliki berbagai resiko, berikut beberapa resiko yang mungkin timbul setelah tindakan operasi skoliosis:

  • Gangguan pernapasan

Pada kondisi skoliosis yang bersinggungan dengan sekitar bagian tulang iga, berbagai resiko kegagalan operasi bisa saja terjadi. Salah satunya gangguan pada pernapasan yang mungkin terjadi dikarenakan penekanan tulang pada paru paru atau bahkan jantung. Perlunya persiapan yang matang mengenai bagian yang akan diubah strukturnya menjadi sangat penting untuk menghindari efek samping operasi skoliosis seperti ini.

  • Nyeri punggung

Oleh karena prosedur operasi yang membutuhkan penambahan atau mengurangi ruas tulang guna memberikan struktur yang baik kemungkinan untuk nyeri punggung bisa terjadi karena kegagalan proses penyatuan atau kesalahan pada saat pengurangan bagian dari tulang belakang.

  • Kerusakan saraf tulang belakang

Bagian tulang belakang merupakan bagan penting bagi tubuh yang berfungsi sebagai penopang tubuh juga sebagai penghasil sel darah merah dan mineral yang dihasilkan oleh sumsum tulang. Karenanya banyak susunan saraf saraf yang ada pada tulang belakang kemungkinan apabila dalam proses operasi melukai saraf dapat berakibat kerusakan saraf tulang belakang itu sendiri.

  • Keterbatasan gerak

Karena dalam tindakan operasi dibutuhkan prosedur untuk penambahan atau pengurangan bagian dalam tulang waktu pemulihan yang bisa dilakukan memang lama. Dalam kurun waktu pemulihan pasien akan sulit bergerak oleh karenanya butuh terapi pasca operasi skoliosis agar proses pemulihan lebih cepat dan bisa bergerak dengan bebas kembali.

  • Paralisis atau lumpuh

Kemungkinan resiko  yang terburuk adalah kelumpuhan meskipun kemungkinan ini hanya 1%. Pada umunya prosedur operasi skoliosis memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Karena untuk prosedur operasi ini hanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis dan tidak bisa dilakukan di sembarang klinik tanpa ada lisensi. Namun jika hasil dari operasi tersebut berkata lain perlu diingat bahwa setiap yang menentukan hasil adalah Yang Kuasa.

Perawatan Pasca Operasi Tulang Belakang Skoliosis

Proses pemulihan pasca operasi ini membutuhkan waktu cukup lama kurang lebih 1-2 bulan. Dalam masa pemulihan tersebut dianjurkan pasien melakukan terapi serta tetap berada dalam monitor dokter. Perawatan yang bisa dilakukan untuk dapat mempercepat proses pemulihan perawatan pasca odontektomi antara lain dengan menggunakan bantalan penahan sesuai anjuran dokter karena dengan bantalan ini dapat membantu mempertahankan posisi tulang yang baru.

Selain itu perlu dilakukan terapi rutin guna membantu melatih gerak tubuh sedikit demi sedikit. Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan kalsium juga diperlukan untuk dapat membantu proses penyatuan tulang. Pada masa pemulihan ini tentunya harus rutin periksa ke dokter untuk mengetahui perkembangan pasca operasi. Memang diperlukan ketelatenan dalam proses pemulihan ini dengan harapan resiko yang timbul setelah operasi juga berkurang serta hasil yang maksimal setelah pemulihan. Sekian informasi mengenai operasi skoliosis, semoga bermanfaat.

Sumber : SpesialisBedah.com

ADD YOUR COMMENT