Penderita Skoliosis Lebih Aman Gunakan Brace daripada Operasi?

27Nov '19

Penderita Skoliosis Lebih Aman Gunakan Brace daripada Operasi?

Liputan6.com, Jakarta Salah satu cara untuk mengkoreksi tulang belakang pada orang yang terkena skoliosis adalah dengan terapi bracing atau mengenakan penunjang. Walaupun begitu, tidak semua penderita bisa mengenakan benda tersebut.

Menurut ahli fisiologi dan anatomi Scoliosis Care Labana Simanihuruk, B.Sc., apabila kemiringan tulang masih di bawah 60 derajat, orang tersebut masih bisa menggunakan penunjang.

“Di bawah 60 (derajat) kami yakin akan kemampuan brace. Lebih dari 60 kami akan sarankan untuk operasi dulu, atau paling tidak ketemu dengan dokter bedah dan lihat pendapatnya,” ujar Labana ketika ditemui Health Liputan6.com pada Selasa (17/7/2018).

Menurut Labana, sekalipun bisa mengembalikan kondisi tulang belakang dengan cepat, jangan menganggap bahwa operasi bisa menyelesaikan permasalahan skoliosis yang diderita seseorang.

“Jika operasi dilakukan di usia 17 tahun, tapi namanya tulang itu di-bor, dimasukin tiang besi, di umur 30 sampai 40 tidak hanya sekali dia ketemu dokter bedah. Karena kemungkinan (timbul) luka, iritasi, kalau dia jatuh. Namanya hidup, kita (mungkin saja) mengalami jatuh punggung. (Ketika) sengaja (atau) tidak sengaja mengalami pendarahan, mau tidak mau operasi lagi,” kata ahli dari San Diego State University, Amerika Serikat ini.

Setiap tindakan medis memiliki risiko, begitu pula dengan operasi. Labana kembali mengingatkan mengenai risiko tersebut.

“Bukan soal skoliosisnya, tapi luka atau hal-hal lain yang disebabkan hasil operasi skoliosis itu,” tambahnya.

Menurut Labana, penggunaan bracing tidak akan menimbulkan dampak risiko pada penderita skoliosis. Selama mereka terkena hal itu bukan karena kecelakaan.

“Kalaupun gagal, tidak ada beban yang menempel di dia kan,” pungkas Labana.

Anak-anak lebih mudah

Bagi anak-anak yang sudah mengenakan bracing untuk merawat skoliosisnya, konidisi tubuh mereka akan lebih mudah untuk terkoreksi.

Hal ini karena tulang mereka masih muda dan ototnya yang masih fleksibel

Di samping itu, ketika seseorang mendapatkan terapi bracing sejak dini dampaknya akan lebih menguntungkan. Ini karena kondisi tubuhnya belum benar-benar tumbuh secara sempurna sehingga bisa diarahkan.

“Kalau dia sudah full grown, (penggunaan) brace mesti korektif. Kalau belum, dia untuk mengarahkan,” kata Labana menjelaskan.

“Semakin cepat dideteksi, semakin baik. Jadi brace-nya tidak begitu sakit. Kalau yang korektif pasti pegal karena sudah biasa miring ditekan. Tapi kalau dia masih masa pertumbuhan cuma didorong ke atas,” papar Labana.

Sumber : Liputan 6

ADD YOUR COMMENT